Hidup numpang itu emang enak, tapi itu UTANG
Setahun sudah, kami sekeluarga tinggal di Kitakyushu, Jepang. Saya berangkat dahulu 6bulan sebelum mereka akhirnya bisa ikut menemani di Kitakyushu. Bukan perjalanan yang singkat dan mudah hidup di negeri orang, dengan bahasa yang nearly aliean baik di mata maupun di telinga. Selama 6bulan di Jepang, bahasa Jepang level tiarap tampaknya belum beranjak membaik,bisa dikatakan bisu tuli, modal kursus 4bulan sebelum berangkat dan 3bulan mengulang pelajaran dengan level yang samapun hampir tidak menolong. Bisa karena biasa akhirnya...dari surat2an semua berhuruf keriting, berkomunikasi dengan sensei2 anak2 100% dengan Bahasa Jepang, ditambah di lab...nearly no english at all. lengkaplah survival antara terpaksa, kliwat pede grammar udah no.kesekian dan kudu ngomong.
Alhamdulillah...the power of kepepet somehow emang super miracle. walo masih tiarap rada mending dikit, yaaa paling ngga kalo diajak ngomong ngerti lahhh, walo kalo njawab belepotan,hahaha....
Dan sekarang anakku di kelas 2SD jauuuhhh meninggalkan bahasa tiarapku, Adya sudah bisa jadi translator bapaknya. (ini bapaknya les udah level 2,entah kapan bisanya _ _!)
Setahun tinggal di negara orang yang harus selalu hati2, menjaga perilaku, dan semua tekanan untuk bisa beradaptasi agar bisa diterima di lingkungan kadang memang membosankan.
Jepang, betapa negara ini sangat membosankan dengan strict, follow the rule dan monotone
tapi....kalau diingat2 ketika kabur (kalau ga karena kepepet umur sudah semakin menua kudu sekolah,kudu kabur dari pada otak semakin stuck) dari negara tercinta... somehow...ada kalanya rada phobia balik ke negara semrawut, nasib anak nanti gedenya di negara yang super unbelievable subhanallah...
kadang juga jadi pengen ga pulang,hehehe...
tapi ketika ingat, ini adalah utang. duit yang saya pakai sekarang ini adalah uang ratusan juta pajak rakyat yang berharap kepada sekian dari beratus2 orang yang bisa menikmati pendidikan di negara orang, untuk bisa melepaskan lingkaran ajaib yang sudah entah mau darimana diurai.
Dan asa yang mengantung....harapan itu selalu ada... kalaupun orang berkata jangan terlalu berharap dan jangan berharap terlalu tinggi.
Aku akan selalu berharap dan harapanku tinggi, bahwa someday,entah siapapun itu, entah kapan....negaraku akan diisi orang2 amanah...dan lingkaran itu pasti akan putus...someday!

Komentar